Pelesiran ke Pura Mangkunegaran Surakarta

  Selasa, 20 Juli 2021   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Pura Mangkunegaran Surakarta (Dok Nuning Wijayanti)

SURAKARTA, AYOYOGYA.COM -- Selain Keraton Surakarta Hadiningrat, Kota Solo juga mempunyai istana lain, yaitu Pura Mangkunegaran yang dibangun pada 1757.

Pura Mangkunegaran berlokasi di Jalan Ronggowarsito Nomor 83, Keprabon, Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah. Pura Mangkunegaran ini buka dari pukul 10.00–13.00 WIB. Untuk harga masuk ke tempat ini adalah Rp10.000, dan terbuka untuk umum.

Pura Mangkunegaran adalah istana resmi Kadipaten Praja Mangkunegaran dan tempat kediaman para penguasanya. Pura Mangkunegaran dibangun setelah Perjanjian Praja Mangkunegara yang ditandatangani oleh Raden Mas Said, Pangeran Mangkubumi (Sultan Hamengkubuwana I), Sunan Pakubuwana III, dan VOC.

Saat masuk ke kawasan Pura Mangkunegaran, Anda akan melihat bangunan bergaya Eropa bertuliskan Kavalerie-Artillerie yang dahulunya menjadi tempat pasukan Mangkunegara. Anda juga akan melihat hamparan halaman yang luas, pura dikelilingi tembok yang tinggi, tempat ini disebut Pamedan, yaitu lapangan pelatihan pasukan Mangkunegara.

Bentuk bangunan Pura seperti kraton memiliki ciri khas berupa bagian-bagian bangunannya. Bagian pertama, yaitu pintu gerbang untuk masuk pintu gerbang ini sendiri terdapat dua pintu. Untuk pintu utama terletak di samping rumah penjaga pura yang bertuliskan Museum Puro Mangkunegaran. Untuk gerbang yang satunya terletak di sebelah kanan pendopo.

Setelah masuk, Anda akan disuguhkan halaman dalam, juga tempat berdirinya Pendopo Ageng berukuran 3.500 meter persegi dengan warna pari anom yang merupakan warna khas keluarga Mangkunegara dengan bentuk rumah joglo.

Di depan pendopo pengunjung akan disambut empat patung singa jantan yang menghadap ke arah yang berbeda dan dilapisi dengan warna emas. Lantainya juga terbuat dari marmer. Dengan banyaknya lampu gantung berjumlah 18.

Whats-App-Image-2021-07-16-at-16-35-35
Pura Mangkunegaran (Dok Nuning Wijayanti)

Pada Pendopo Ageng ini terdapat alat musik tradisional yang masih bisa dimainkan. Atap pendopo ini bermotif batik kumudowati yang dari warnanya dapat memiliki arti warna kuning berarti mencegah rasa ngantuk, biru mencegah musibah, hitam mencegah rasa lapar, hijau mencegah frustasi, putih mencegah pikiran seks dan birahi, orange mencegah pikiran takut, ungu mencegah pikiran jahat, dan merah mencegah kejahatan.

Whats-App-Image-2021-07-16-at-16-35-36-1
Pura Mangkunegaran (Dok Nuning Wijayanti)

Bagian selanjutnya, yaitu Pringgitan dinamakan seperti itu karena kegunaannya untuk pementasan wayang dinamai menurut kata ringgit yang artinya wayang. Pringgitan ini terdapat museum Kyai Kanyut Mesem yang merupakan perlengkapan pagelaran wayang serta dilengkapi alat musiknya.

Bagian selanjutnya yaitu Dalem Agung rumah ini diperuntukan untuk para raja beristirahat dan pengunjung tidak diperbolehkan masuk. Di samping pintu masuk terdapat foto Raja Mangkunegara saat ini beserta istrinya.

Di depan pintu masuk terdapat empat buah patung berwarna ke emasan patung laki-laki di sebelah kiri sedangkan patung perempuan di sebelah kanan. Di sekeliling pura juga terdapat banyak ruang seperti perpustakaan, toilet dan ruangan-ruangan untuk menyimpan koleksi-koleksi Pura Mangkunegaran. 

Lokasi Pura Mangkunegaran ini strategis sehingga dapat dijangkau menggunakan kendaraan umum bahkan bus pariwisata juga dapat masuk karena memiliki parkiran yang luas. Juga terdapat dua warung makan di depan gerbang masuk Pura Mangkunegaran ini yang letaknya dekat parkiran.

Untuk biaya parkir tidak dipungut biaya dan tempat parkir yang teduh tertutup oleh pepohonan yang rindang. Di dekat jalan raya depan gerbang masuk juga terdapat masjid dan musala bisa dijadikan tempat salat jika Anda berkunjung ke Pura Mangkunegaran ini. (Nuning Wijayanti / magang Ayoyogya.com)

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar