Covid-19 Melonjak, Bantul Klaim Penanganan Pasien Sudah Cepat

  Kamis, 10 Juni 2021   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi Covid-19 (Pexels/Edward Jenner)

BANTUL, AYOYOGYA.COM -- Kasus baru Covid-19 di Kabupaten Bantul kembali meroket pada beberapa pekan ini.

Hal tersebut ditunjukkan salah satunya dengan merebaknya klaster paduan suara di Kapanewon Jetis dan klaster pengajian di Kapanewon Pandak.

Meski demikian, Wakil Bupati Bantul Joko Purnomo mengklaim bahwa penanganan Covid-19 di wilayahnya berjalan dengan cepat, sehingga warga yang terkonfirmasi terpapar virus yang menyerang organ dalam tubuh itu bisa segera teratasi bahkan sembuh dalam waktu singkat.

Saat ditemui usai melantik pengurus Desa Mandiri Budaya di Kalurahan Sabdodadi, Joko mengatakan, dirinya bersyukur karena pemangku wilayah di berbagai tingkatan sampai kepada relawan yang ada terus melakukan komunikasi. Mereka juga disebut terus melakukan kegiatan turun ke bawah, terutama edukasi.

"Contoh kasus di Mayongan, Trimurti dan Lopati kita bersyukur akhirnya kan bisa selesai. Mereka mengikuti swab PCR," ujar Joko, Kamis (10/6/2021).

Ia menyebutkan, kemauan masyarakat dalam melakukan swab PCR yang disediakan pemerintah merupakan sebuah progres yang baik. Hal tersebut, juga merupakan buah keberhasilan edukasi yang dilakukan pemerintah bersama dengan relawan.

Sebagai Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bantul, Joko menyebutkan bahwa dirinya setiap hari melakukan koordinasi dengan pemerintah di tingkat Kalurahan dan Kapanewon untuk melihat langsung bagaimana proses edukasi di masyarakat. Ia juga bekerjasama dengan Polri dan TNI.

"Jadi kalau kami melihat treatmentnya, penanganan di Bantul ini sudah sangat cukup baik," imbuhnya, dilansir dari Suara.com--jaringan Ayoyogya.com.

Sebagai contoh, salah satu kalurahan dengan angka kasus positif 731 orang. Sedangkan tingkat kesembuhannya sendiri mencapai 715 jiwa. Menurut Joko, data tersebut menunjukkan progres penanganan yang luar biasa dari Satags Covid-19 bumi projotamansari. Di mana jumlah kasus meninggal hanya dua.

Ia menambahkan, berkaca dari data yang dilihat edukasi menjadi salah satu hal yang harus terus dilakukan. Penyadaran kepada masyarakat harus terus dilakukan. Jika tidak, Joko khawatir akan membuat kasus baru semakin bertambah. Ijin untuk kegiatan masyarakat juga harus terus dilakukan evalusi.

"Tanggal 17 Agustus itukan kita sampaikan merdeka Covid karena bagian kita ingin menumbuhkan semangat masyarakat untuk memerangi Covid," kata Joko.

Dengan jumlah kasus yang kembali meningkat, Joko masih menargetkan agar 17 Agustus 2021 mendatang menjadi hari merdeka Covid-19. Semangat itu terus ia sampaikan sebagai motivasi kepada masyarakat untuk mau bersama-sama memerangi Covid-19. Sebab, menurutnya harus ada aksi nyata.

Joko juga mengklaim dirinya langsung melakukan penanganan setiap kali ada masalah, atau wilayah yang menjadi zona merah. Sejauh ini, pendekatan persuasif masih menjadi upaya yang dilakukan ke masyarakat. Ia menegaskan bahwa pemaksaan dalam penanganan Covid-19 sendiri adalah hal terakhir yang dilakukan dan bahkan jangan sampai terjadi.

"Bantul ini harus kompak untuk urusan Covid," tutupnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar