Kasus Covid-19 Meroket, DIY Perpanjang PTKM

  Kamis, 21 Januari 2021   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Gubernur DIY ditemui di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis (21/1/2021). - (SuaraJogja.id/Putu)

YOGYAKARTA, AYOYOGYA.COM -- Pemerintah pusat memperpanjang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali.

Kebijakan tersebut akan kembali diberlakukan pada 26 Januari hingga 8 Febuari 2021 mendatang.

Karenanya, Pemda DIY pun juga memutuskan kebijakan yang serupa. Pemda akan kembali memperpanjang kebijakan Pengetatan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) setelah 25 Januari 2021 mendatang.

Kebijakan ini menjadi pilihan paling memungkinkan karena kasus positif COVID-19 di DIY makin tinggi. Gugus Tugas mencatat, ada rekor baru penambahan kasus pada Kamis (21/01/2021), yang mencapai 456 kasus baru.

Padahal, DIY dinilai menjadi satu dari 2 provinsi di Jawa-Bali yang berhasil menurunkan angka penularan COVID-19 selama PTKM.

"Tapi bagaimanapun kalau pemerintah pusat memperpanjang (PPKM), maka Jogja juga akan memperpanjang (PTKM)," ujar Gubernur DIY Sri Sultan HB X di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis.

Menurut Sultan, tingginya kasus COVID-19 di DIY terjadi karena masyarakatnya tidak berubah lebih baik dalam mematuhi protokol kesehatan (prokes). Kondisi ini berbeda dari awal munculnya COVID-19 di DIY tahun lalu, saat masyarakat lebih waspada dan mematuhi prokes.

Contohnya, warga di tingkat RT/RW yang berupaya memutus mata rantai penularan COVID-19 dengan membatasi kerumunan sebagai salah satu kepatuhan prokes. Di antaranya dengan membatasi akses keluar masuk ke RT/RW.

"Kalau kita tidak pernah mengasumsikan corona ini membayakan keselamatan karena penularan, ya kita susah (memutus mata rantai Covid-19). Semuanya tergantung kedisplinan masyarakat. Sanksi bisa saja, tapi itu tidak mendidik karena pendidikan di Jogja bagus, karena mendisiplinkan diri lebih bagus (untuk mematuhi prokes)," paparnya.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Pemda DIY Berty Murtiningsih mengungkapkan, penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 di DIY memang mencapai rekor tertinggi. Sebelumnya, pernah ada kasus hingga mencapai angka 456.

"Ini hasil verifikasi dinkes kabupaten/kota dari yang di-entry semua laboratorium pemeriksa PCR di DIY hari ini," jelasnya.

Berty menambahkan, dengan penambahan 456 kasus baru, maka total kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di DIY sudah tembus di angka 18.258 kasus.

Hal ini menandakan, masyarakat belum optimal dalam menerapkan disiplin prokes. Kondisi ini berbeda dari minggu lalu, saat terjadi penurunan angka kasus positif COVID-19 dibandingkan minggu sebelumya.

Sleman dan Bantul pun kembali mencatatkan kasus cukup banyak dibandingkan minggu lalu. Di Bantul tercatat ada tambahan 182 kasus baru, Sleman 179 kasus, Kota Yogyakarta 61 kasus, Kulon Progo 20 kasus, dan Gunungkidul 14 kasus. Sedangkan, kasus sembuh tercatat ada tambahan sebanyak 206 kasus. Dengan demikian, total sembuh menjadi 12.053 Kasus

"Untuk kasus meninggal ada tambahan sembilan kasus, sehingga total kasus meninggal menjadi 417 kasus," imbuhnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar