Persamaan dan Perbedaan Gejala Covid-19 Pada Anak-Dewasa

  Rabu, 13 Januari 2021   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi - gejala Covid-19 pada anak (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

AYOYOGYA.COM -- Setiap orang bisa memiliki gejala Covid-19 yang berbeda.

Hal itu tergantung dari tingkat risiko dan komplikasi kesehatan. Begitu juga dengan usia bisa mempengaruhi. Dalam hal mendeteksi gejala Covid-19 pada anak, tanda dan gejala yang ditunjukkan bisa sangat mirip atau sangat berbeda dari orang dewasa.

Menurut National Health Services (NHS) Inggris, ada beberapa gejala utama Covid-19 yang terjadi pada anak juga mirip dengan gejala yang dihadapi orang dewasa.

Seperti gejala batuk terus menerus dan kehilangan atau perubahan indera penciuman dan perasa. Selain itu, beberapa mungkin memiliki gejala pilek, seperti sakit tenggorokan, hidung tersumbat, dan menggigil.

Meskipun beberapa gejala utama yang dialami oleh anak-anak dan orang dewasa mungkin serupa, ada beberapa gejala yang kemungkinan berbeda.

Menurut aplikasi ZOE, aplikasi studi gejala Covid-19 yang didirikan di Inggris Raya, kelelahan, kehilangan nafsu makan, dan sakit kepala telah dicatat sebagai gejala umum yang terjadi pada anak-anak.

Sementara 35 persen anak-anak dengan tes virus corona positif telah melaporkan kehilangan nafsu makan, 53 persen juga melaporkan sakit kepala.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat juga menyampaikan bahwa sakit kepala telah dinyatakan sebagai salah satu gejala resmi Covid-19 pada anak-anak. Laporan yang sama menunjukkan 55 persen anak juga merasa lelah. Covid-19 pada balita juga dapat memicu tangisan dan tantrum.

Selain semua gejala umum lainnya, laporan terbaru menunjukkan peningkatan jumlah kasus sindrom inflamasi multisistem (MIS-C) pada anak-anak yang terinfeksi Covid-19. Sesuai penelitian, Covid-19 dapat menyebabkan kondisi serius MIS-C.

Anak-anak dengan kondisi MIS-C mengalami peradangan parah di berbagai organ tubuh, termasuk jantung, paru-paru, pembuluh darah, ginjal, sistem pencernaan, otak, kulit juga mata.

Sebelumnya, sekelompok peneliti di The New York Medics mengamati sekelompok 35 anak yang dirawat di dua rumah sakit. Dari 35 anak, 25 memenuhi kriteria sindrom MIS-C. Petugas medis mengklaim bahwa sindrom tersebut mempengaruhi setidaknya dua organ di tubuh anak, dengan tidak ada diagnosis alternatif yang masuk akal.

Seorang anak positif Covid-19 yang telah mengembangkan sindrom inflamasi multisistem dapat menunjukkan berbagai gejala selain tanda-tanda Covid-19 yang paling umum.

Beberapa gejala Covid-19 yang harus diwaspadai pada anak, di antaranya:

1. Suhu tinggi untuk jangka waktu yang lama
2. Sakit perut
3. Diare atau mual
4. Ruam atau perubahan warna kulit
5. Sesak napas dan kesulitan bernapas

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar