Sleman-Kota Jogja Dapat Jatah Pertama Vaksin

  Rabu, 13 Januari 2021   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi penyuntikan vaksin (Ayobandung.com)

YOGYAKARTA, AYOYOGYA.COM -- Usai menerima 26.800 dosis vaksin COVID-19 pekan lalu, Pemda DIY bersiap menyalurkannya ke kabupaten/kota.

Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta akan mendapatkan jatah pertama menerima vaksin tersebut. Dinas Kesehatan (dinkes) Sleman rencananya akan menerima 12.342 dosis vaksin. Sedangkan Dinkes Kota Yogyakarta menerima 9.728 dosis vaksin.

"Distribusi ke Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 13 Januari 2021," ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Pemda DIY, Berty Murtiningsih, Selasa (12/01/2021).

Dipilihnya Sleman dan Kota Yogyakarta yang menerima termin pertama vaksin COVID-19, menurut Berty merupakan keputusan dari Kementerian Kesehatan (kemenkes).

Sementara vaksin COVID-19 untuk kabupaten yang lain akan didistribusikan setelah Dinkes DIY mendapatkan droping tahap 1 dari termin kedua pendistribusian vaksi dari Biofarma sebagai penyedia vaksin. Namun waktu pendistribusian masih menunggu arahan berikutnya dari Kemenkes.

"Kita hanya melaksanakan, (penentuan sleman dan kota sebagai penerima pertama vaksin), Kemenkes yang menentukan," jelasnya.

Berty menambahkan, Dinkes DIY yang akan mendistribusikan vaksin ke Dinkes Kota dan Sleman. Vaksin tersebut akan dibawa langsung ke masing-masing gudang farmasi. Rencananya vaksin akan langsung didistribusikan pada 14 atau 15 Januari 2021 di dua kabupaten/kota tersebut.

Dengan disalurkannya 22.070 dosis vaksin ke Sleman dan Kota Yogyakarta, Dinkes masih menyimpan sekitar 4.700 dosis vaksin. Dinkes masih menunggu tambahan vaksin pada termin berikutnya untuk menyalurkan sisa vaksin.

"Menunggu tambahan berikutnya (untuk kabupaten lain) dan arahan kemenkes berikutnya," tandasnya.

268 Kasus Baru

Sementara terkait jumlah kasus positif COVID-19, tercatat ada tambahan 268 kasus baru pada Selasa. Dengan demikian total kasus terkonfirmasi positif COVI-19 di DIY menjadi 15.482 kasus.

Untuk kasus sembuh tercatat ada penambahan kasus sebanyak 150 kasus. Sehingga total kasus sembuh menjadi 10.241 Kasus

"Sedangkan untuk kasus meninggal ada tambahan sebanyak tiga kasus, sehingga total kasus meninggal menjadi 336 kasus," imbuhnya. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar