Keluarga di Danurejan Jadi Klaster Baru Covid-19 Jogja

  Sabtu, 21 November 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi sampel Covid-19 (Dok Kementan)

KOTA YOGYAKARTA, AYOYOGYA.COM — Kasus penularan yang terjadi di salah satu keluarga di Kapanewon Danurejan, Kota Yogyakarta menjadi klaster baru COVID-19.

Pasalnya, di sana telah terjadi penularan ke tetangga sekitar.

“Dari satu keluarga terdapat 18 kasus terkonfirmasi positif kemudian setelah dilakukan tracing kontak erat diketahui delapan tetangga juga terkonfirmasi positif,” kata Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Yogyakarta Heroe Poerwadi, Jumat (20/11/2020).

Dengan adanya penularan di wilayah sekitar, lanjut Heroe, maka kasus tersebut dapat disebut sebagai klaster baru penularan COVID-19 di Jogja.

Tetangga yang dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19 dari klaster Danurejan tersebut seluruhnya tidak menunjukkan gejala sakit. Saat ini, mereka menjalani proses isolasi mandiri di rumah.

Menurut Heroe, sebagian besar kasus COVID-19 yang terjadi di Kota Yogyakarta dalam beberapa hari terakhir didominasi penularan di dalam keluarga. “Setidaknya ada 31 kasus penularan dalam keluarga. Sumbernya pun bermacam-macam, bisa dari kantor atau memiliki riwayat perjalanan dari luar daerah,” katanya seperti dilansir dari Antara dan Republika.

Oleh karena itu, Heroe mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan di rumah, di antaranya langsung mandi dan berganti pakaian saat tiba di rumah. “Pastikan juga untuk selalu mencuci tangan. Pakai sabun atau siapkan hand sanitizer di tempat yang mudah dijangkau. Terkadang, hal-hal seperti ini dilupakan,” katanya.

Warung Makan

Sementara untuk kasus penularan yang terjadi di salah satu warung makan di Kapanewon Gondomanan, lanjut Heroe, masih menunggu hasil uji swab dari masyarakat yang masuk dalam kontak erat pasien.

Dari warung makan tersebut terdapat delapan temuan kasus terkonfirmasi positif COVID-19. Warung makan tersebut sudah ditutup sejak 7 November.

“Pemilik warung makan cukup kooperatif dan bersedia menutup warungnya hingga seluruh proses tracing selesai dilakukan,” kata Camat Gondomanan Budi Santosa.

Menurutnya, warung tersebut sudah menjalankan standar protokol kesehatan. “Selama pandemi ini, warung memang masih ramai tetapi tidak seramai saat sebelum pandemi. Tempatnya juga cukup luas sehingga masih memungkinkan jaga jarak,” katanya.

Lokasi warung makan, lanjut dia, juga sudah disemprot disinfektan.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar