Bawaslu Cium Ada Dugaan Politik Uang di Pilkada Bantul

  Jumat, 20 November 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi Pilkada (Istimewa)

BANTUL, AYOYOGYA.COM -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengendus dugaan pelanggaran Pilkada terkait potensi politik uang jelang pemilihan bupati dan wakil bupati Kabupaten Bantul.

Pihaknya pun mengaku bakal segera melakukan penelusuran kepada pasangan calon Bupati-Wakil Bupati nomor urut 2 Suharsono-Totok Sudarto.

Dugaan pelanggaran tersebut berawal dari sebuah video berdurasi 2 menit 15 detik yang beredar di pesan WhatsApp. Pasangan nomor urut 2 (NoTo) mendatangi sebuah kediaman warga untuk bersilaturahmi di wilayah Bantul. 

Dalam silaturahmi itu ada bantuan yang diserahkan oleh paslon. Di tengah penyerahan itu tak lupa mereka meminta untuk mendatangi TPS pada 9 Desember 2020 dan memilih pasangan calon berkemeja putih nomor 2.

Menanggapi terkait video yang beredar, Ketua Bawaslu Kabupaten Bantul, Herlina mengaku sudah mendapat informasi tersebut. Pihaknya juga sudah melihat video yang beredar.

"Kami mendapat informasi itu, namun apapun itu informasinya Bawaslu akan merespon. Tentunya kami akan menindaklanjuti dan memproses dengan melakukan penelusuran," ujar Harlina dihubungi wartawan, Jumat (20/11/2020).

Harlina menjelaskan pihaknya belum bisa menduga mengarah ke mana pelanggaran itu. Tetapi dari video tersebut memang berpotensi terjadinya pelanggaran yang dilakukan oleh Paslon nomor urut 2.

"Kami belum bisa menduga ke arah mana, tapi ada potensi pelanggaran di situ," jelas dia.

Harlina melanjutkan pihaknya akan mulai menelusuri informasi yang ia dapatkan. Selanjutnya dari penelusuran tersebut akan melakukan klarifikasi tehadap potensi pelanggaran yang terjadi.

"Ya nanti kami telusuri dulu, dari penelusuran itu kami juga akan melakukan klarifikasi ke lokasi yang diduga terjadi pelanggaran," kata Harlina.

Di sisi lain, Bawaslu akan memanggil Paslon nomor urut 2. Kendati demikian pihaknya tak bisa memastikan kapan hal itu dilakukan.

"Tim kami sudah turun ke lapangan. Nanti ada proses dan mekanisme untuk memanggil mereka (Paslon nomor urut 2)," ujar dia.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris DPC Gerindra, Darwinto yang merupakan salah satu partai pengusung dari paslon nomor dua tersebut belum bisa berkomentar. Ia menyarankan, agar konfirmasi langsung ke Ketua posko pemenangan yaitu Arif Iskandar atau ke Ketua Kampanye paslon NoTo, Nur Subiantoro.

"Saya belum bisa berkomentar apapun. Karena, saya baru melihat video itu barusan. Langsung ke mas Arif atau ke mas Nur saja ya," ujarnya.

Dihubungi terpisah, Ketua posko pemenangan Paslon nomor urut 2 (NoTo)  Arif Iskandar, belum mau berbicara lebih jauh.

"Saya no coment dulu, nanti lihat arahnya ke mana dulu," kata Arif melalui pesan singkat.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar