Polisi: Kami Tak Bangga Tangkapi Demonstran

  Sabtu, 17 Oktober 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi -- sejumlah massa saling lempar batu dengan petugas saat demo menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis lalu (8/10/2020). (Irfan Al-Faritsi)

SEMARANG, AYOYOGYA.COM -- Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, aparat sebenarnya tak bangga menangkapi para demonstran.

Ia menyebut tindakan hukum terhadap pedemo tolak UU Cipta Kerja yang melanggar hukum merupakan bentuk perlingungan dan pengayoman terhadap masyarakat.

"Polri, khususnya Polda Jawa Tengah tidak bangga kalau menangkapi, tetapi ini dalam rangka memelihara kamtibmas, melindungi, dan mengayomi masyarakat," katanya saat audiensi dengan perwakilan BEM sejumlah perguruan tinggi di Jawa Tengah dalam siaran pers di Semarang, Jumat (16/10/2020).

Ia menegaskan jika terdapat pelanggaran hukum, maka asas kesamaan di mata hukum harus dijunjung tinggi, tidak peduli mahasiswa atau siapa pun.

Kapolda menjelaskan dalam penyampaian pendapat di muka umum maka terdapat Undang-undang Nomor 9 tahun 1999 yang harus dipatuhi. "Ada klausul yang harus dipenuhi, ditaati, terutama adik-adik sekalian," ungkapnya seperti dilansir dari Antara dan Republika.co.id.

Ia menegaskan tindakan hukum yang dilakukan polisi saat terjadi pelanggaran sudah sesuai ketentuan.

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas tentang kemungkinan adanya penyusup dalam aksi yang digelar beberapa waktu terakhir ini serta permintaan tentang penangguhan penahanan terhadap empat mahasiswa yang ditetapkan sebagai tersangka dalam demo berakhir ricuh di Semarang.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar