Getir Menunggu Kepastian Liga Indonesia

  Jumat, 16 Oktober 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Webinar bertajuk Kompetisi, Antara Bisnis dan Kemanusiaan yang diinisiasi Jurnalis Olahraga Yogyakarta (JOY) (Istimewa)

YOGYAKARTA, AYOYOGYA.COM — Klub merugi banyak lantaran tak ada kepastian kompetisi Liga 1 dan Liga 2.

Persiapan menyongsong kompetisi, baik latihan dan protokol kesehatan yang ketat, kembali terganggu.

Pada sisi lain, tidak didapatkannya izin dari kepolisian dengan alasan mencegah bertambah meluasnya pandemi Covid-19, bisa dipahami dari aspek kemanusiaan.

Dampak terhentinya kompetisi dengan ketidakpastian kapan akan bergulir kembali akan dibahas dalam webinar yang diadakan oleh Jurnalis Olahraga Yogyakarta (JOY), Sabtu, 17 Oktober 2020 pukul 13.00-15.00 WIB.

Webinar dengan tema "Kompetisi, Antara Bisnis dan Kemanusiaan" itu akan menampilkan Yoyok Sukawi (CEO PSIS Semarang), Andy Wardhana (Direktur Keuangan PT Putra Sleman Sembada), Asep Saputra (Manajer Kompetisi PT Liga Indonesia Baru) dan Rahmad Darmawan (pelatih Madura United) sebagai narasumber. Sebagai moderator adalah Viola Kurniawati, Vice CEO Skor Indonesia. First Media, Signature Coffee Shop, Laya Cultural Coffee House, PSS Sleman dan PT Liga Indonesia Baru juga turut mendukung pula kelancaran webinar ini.

"Hasil Extra Ordinary Meeting di Yogyakarta pada 13 Oktober 2020 tidak memberikan kepastian. Hal ini jelas mengecewakan klub-klub yang sudah berusaha bertahan separuh musim tanpa adanya kompetisi," ujar Ketua JOY, Gonang Susatyo dalam keterangan resminya, Jumat (16/10/2020).

Webinar yang diadakan JOY, lanjut Gonang, ingin menguraikan apa dampak bisnis yang dialami klub-klub dengan terhentinya kompetisi tanpa kepastian. Belum lagi aspek psikologis pemain yang kembali menelan kekecewaan akibat ketidakpastian itu.

"Aspirasi, keluhan dan solusi dari klub dan pelatih sangat penting untuk disampaikan secara terbuka ke publik, dan tentunya kepada PT LIB serta PSSI," kata Gonang Susatyo.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar