Langkah UGM Sinergikan Peneliti dan Industri

  Jumat, 06 Desember 2019   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Rektor UGM Prof. Panut Mulyono (Republika/Fauzi Ridwan)

SURABAYA, AYOYOGYA.COM — UGM tengah melakukan berbagai upaya untuk mensinergikan peneliti dengan dunia industri. 

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggelar Industry Research Forum (IRF) di Surabaya, Kamis (5/12/2019) kemarin. Sinergi antara peneliti dan dunia industri tersebut dimaksudkan untuk mendukung kedaulatan pangan nasional, melalui penciptaan berbagai inovasi di bidang agroteknologi.

Rektor UGM Prof. Panut Mulyono berpendapat, Indonesia memiliki banyak potensi di bidang agro atau pertanian. Namun, kata dia, potensi ini belum bisa dioptimalkan, sehingga pemerintah Indonesia masih kerap melakukan impor beberapa produk pertanian.

AYO BACA : BPN Bagikan 33 Ribu Sertifikat Tanah ke Warga Gunungkidul

"Kenyataannya kita belum bisa menjadi bangsa yang sangat kuat di bidang agro. Kita masih banyak produk yang kita datangkan dari luar negeri. Nah forum ini harapannya semakin menguatkan sinergi antara kampus UGM, yang memiliki banyak peneliti, kemudian dengan industri bidang agro," ujar Panut di sela acara.

Panut melanjutkan, banyak hal dari para peneliti UGM yang bisa disinergikan dengan dunia industri. Misalnya, untuk mematangkan penelitian sebuah produk pertanian yang fungsional dan bisa dikomersialkan. Dalam IRF tersebut, kata dia, ada hal-hal yang spesifik yang diharapkan bisa dikembangkan dan disinergikan.

"Misalnya industri benih, pupuk dan pakan, internet of thing. Aplikasi yang untuk industri alat dan mesin di bidang agro kompleks juga, ada inkubator industri. Lalu bagaimana agar hasil penelitian ini dimatangkan bersama dengan industri, sebelum bisa menjadi produk fungsional yang bisa dikomersialkan," kata Panut.

Aplikasi yang digagas, diharapkannya mampu mempermudah dan membuat perubahan di bidang pertanian. Sehingga, sinergitas antara universitas dengan dunia industri tersebut, benar-benar bisa memajukan pertanian di Indonesia. Apalagi penerapan teknologi 4.0, akan sangat mempengaruhi perubahan mendasar di bidang pertanian.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar