Ketua Muhammadiyah Haedar: Cadar Bukan Syariat Islam

  Sabtu, 16 November 2019   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir (Republika/Wisnu Aji Prasetiyo)

YOGYAKARTA, AYOYOGYA.COM -- Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menilai pemakaian cadar yang semakin marak belakangan ini merupakan fenomena hijrah berlebihan.

Sebab, kata dia, menutup tangan dan muka bukanlah syariah Islam.

AYO BACA : Berantas Sarang Nyamuk, Dinkes Jogja: Risiko DBD Tinggi

“Semangat hijrah terkadang berlebihan. Bagaimana pakaian yang tepat sesuai syariah? Sunah nabi bagi wanita yang sudah akil balik itu, (tubuh) ditutup kecuali muka dan tangan. Maka di luar itu tidak sejalan dengan Alquran dan sunah,” ungkapnya seperti dilansir dari Suara.com, Sabtu (16/11/2019).

Menurut Haedar, dalam tiga fatwa tarjih, muka dan telapak tangan muslimah bukanlah bagian dari aurat yang harus ditutup, karenanya boleh terlihat. Ia menegaskan, tata cara pakaian itulah yang syarii secara Islam.

AYO BACA : Tak Ditanggung BPJS, Kakak Korban Klitih Galang Donasi

Haedar mengungkapkan, fenomena hijrah yang berlebihan sebenarnya melanda masyarakat dari latar belakang ekonomi menengah ke atas.

Sebab, di tengah-tengah beragamnya persoalan hidup yang semakin kompleks, mereka kerap menjadikan agama sebagai penyejuk spiritual.

Namun, Haedar menyayangkan hijrah yang dilakukan dengan paham-paham tertentu justru terlalu ekstrem.

Padahal, kata Haedar, beragama bagi orang Islam haruslah sesuai sunah Nabi Muhammad SAW, yakni tidak boleh ekstrem atau berlebihan.

“Di sinilah peran Muhammadiyah dan Aisyiyah untuk berdakwah dan menjadi pelopor Islam yang berkemajuan dengan meluruskan yang salah. Namun dengan cara berdialog,” imbuhnya.

AYO BACA : Pemda DIY Usul Materi Materi Bahasa Jawa untuk Seleksi CPNS

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar