Antisipasi Kerawanan Pangan, Pemkab Kulonprogo Genjot Pertumbuhan KRPL

  Rabu, 12 September 2018   Rizma Riyandi
Pertanian Kulonprogo

KULONPROGO, AYOYOGYA.COM -- Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mengembangkan 78 Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang tersebar di 12 kecamatan. Langkah ini diambil dalam rangka mengatasi ancaman rawan pangan di Kulonprogo.
      
"Kehadiran Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) bisa membantu mengatasi rawan pangan di Kabupaten Kulon Progo," kata Kepala Bidang Pangan dan Penyuluhan Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Trenggono, Rabu (12/09/2018).
     
Ia mengatakan adanya desa rawan pangan disebabkan tingkat kemiskinan yang tinggi di suatu wilayah. KRPL adalah salah satu langkah dari Dinas Pertanian dan Pangan untuk mampu menjawab persoalan kerawanan pangan di desa, dengan anggaran yang tidak memberatkan masyarakat.
     
Menurut Trenggono, melalui KRPL semua kebutuhan pangan beragam dengan guzi seimbang bisa dipenuhi. Mulai dari karbohidrat, vitamin, mineral, protein nabati maupun hewani.
     
"Penanganan persoalan kemiskinan harus diatasi lewat beragam pendekatan lintas sektor. KRPL menjadi media percepatan pengentasan daerah rawan pangan dan kemiskinan," ujar Trenggono.
     
Untuk  mempercepat terwujudnya daerah tangguh pangan, tahun ini Pemkab Kulon Progo membangun 10 KRPL menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Selain itu ada tujuh KRPL yang didirikan menggunakan anggaran APBD Pusat.
     
Adapun jumlah KRPL di Kulon Progo setiap tahunnya terus bertambah. Awalnya hanya 30 unit, sekarang sudah menjadi 78 unit KRPL. Cepatnya pertumbuhan KRPK di Kulon Progo tidak terlepas dari peran aktif kelompok tani dan kelompok wanita tani (KWT) yang ada.
   
"KWT saat ini telah mampu mengolahnya, kami tinggal memberikan dorongan. Ke depan, kami harapkan masyarakat luas bisa ikut melakukan hal yang sama," katanya.
     
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo, Bambang Tri Budi mengatakan pengembangan KRPL terus digenjot setiap tahun. Pada 2018 akan dikembangkan 10 unit KRPL dengan sumber pendanaan dari pemerintah.
     
"Mudah-mudahan KRPL bias mengoptimalkan potensi sumber daya alam dipekarangan dengan baik, sekaligus juga bias meingkatkan konsumsi gizi keluarga, meningkatkan pendapatan keluarga, dan mengurangi pengeluaran masing-masing keluarga,” tutur Bambang.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar